Jumat, 06 Juni 2014

Tips Fotografi Still Life

SEFASnet,..
Tidak banyak macam fotografi selain still life yang dipraktekkan pada jaman dulu ketika masa-masa pertama kamera ditemukan. Dulu dibutuhkan masa exposure yang lama untuk memotret sebuah objek, sehingga benda yang diam adalah objek yang ideal. Bagaimanapun, seiring berkembangnya teknologi, ketertarikan untuk memotret still life masih tetap menjadi salah satu pilihan fotografer profesional hingga saat ini.
Di puncaknya, fotografi still life menjanjikan bisnis yang menggiurkan karena majalah, katalog, dan website selalu membutuhkan foto produk. Ada banyak keuntungan bekerja dengan still life yang seringkali dianggap remeh, jadi dengan uraian dalam tutorial ini semoga kamu juga tertarik untuk mulai berkreatifitas dan mencoba genre ini.

Persiapan Pertama
Berlawanan dengan persepsi umum, kamu tidak perlu sebuah studio atau lokasi yang mewah untuk memulai fotografi still life. Kamu bahkan bisa mulai di rumah dengan memanfaatkan sebuah meja yang diletakkan di samping jendela

7 Tips Untuk Foto Yang Lebih Tajam

SEFASnet,..
Kunci keberhasilan sebuah foto adalah ketajamannya. Untuk mendapatkan itu, ada beberapa peraturan dasar yang perlu kamu ikuti. Tidak ada yang lebih mengganggu daripada melihat sebuah portrait dan tampaklah bagian matanya tidak fokus sementara hidungnya tampak jelas. Mata adalah jendela jiwa dan ketajamannya sangat penting untuk sebuah portrait. Ada saatnya ketika kita ingin sebuah foto atau sebagian dari foto tersebut tampak tidak fokus. Tapi, lebih seringnya, kita ingin foto yang tajam dan jelas. Berikut beberapa langkah untuk mendapatkan foto yang lebih tajam.

1. Awali Dengan Sebuah Tripod

Setiap fotografer profesional maupun amatir akan mengatakan bahwa sebuah tripod adalah bagian penting dari peralatan fotografi kalau kamu mau foto yang tajam. Tentunya tidak selalu memungkinkan untuk menggunakan tripod, tapi kapanpun bisa, gunakanlah. Tripod bisa membuat kamera stabil dan mencegah terjadinya goyangan dari tangan. Tripod yan

Minggu, 04 Mei 2014

Memahami Mode Pada Kamera Digital

SEFASnet,..
Memiliki pemahaman yang bagus mengenai beberapa mode pengoperasian kamera digital amat membantu kita untuk secara efektif mengontrol eksposur. Artikel ini akan berusaha menjelaskan beberapa mode pengoperasian yang lazim ada di kamera anda baik DSLR, kamera pocket yang canggih maupun Super-zoom; aperture priority, shutter speed priority, program mode dan manual mode.
mode kamera

Apa Itu Mode Pengoperasian Kamera?

Mode pada kamera digital memungkinkan kita mengontrol parameter eksposur, khususnya shutter speed, aperture dan ISO yang merupakan parameter dasar fotografi. Beberapa mode secara otomatis menentukan besaran tersebut, namun mode yang lain memungkinkan kita mengontrolnya secara manual sesuai selera kita.Dahulu saat belum ada mode kamera, fotografer harus menentukan sendiri semua parameter shutter speed, aperture dan memilih jenis film yang akan digunakan. Untuk menghitung intensitas dan jumlah cahaya, mereka harus menggunakan alat metering ( baca cara kerja metering kamera ) terpisah yang mengukur cahaya lalu menentukaan informasi eksposure, yang kemudian digunakan untuk setting kamera.
Sejak diperkenalkannya kamera SLR yang mampu mengukur cahaya yang masuk melalui lensa, alat metering mulai ditinggalkan. Sejak itu pula mode otomatis juga mulai diperkenalkan oleh pabrik kamera, dimana kamera akan mengukur cahaya yang masuk melalui lensa dan sekaligus menghitung nilai eksposure yang pas. Mode yang saat ini ada (dihampir semua kamera digital kelas semi pro sampai pro) berusaha menjembatani antara pengo

Memahami Mode Aperture Priority Kamera Digital

SEFASnet,..
Dalam menggunakan kamera DSLR maupun kamera mirrorless, atau bahkan kamera saku kelas atas, kita disuguhi beberapa pilihan mode pengoperasian untuk mengontrol exposure. Salah satunya adalah mode Aperture Priority (mode lain: Mode Program, Mode Shutter Priority dan Mode Auto). Mode aperture priority biasanya disimbolkan dengan huruf A atau Av di tombol kontrol kamera anda. Sebelum melangkah terlalu jauh, penting bagi anda untuk memahami dasar konsep exposure, konsep aperture dan depth of field dan memahami segitiga fotografi.

aperture priority ini, kamera memberi kebebasan bagi kita untuk mengontrol nilai aperture, sementara kamera akan menghitung dan menentukan nilai shutter speed. Nilai ISO bisa kita set dari awal, atau bahkan kita bisa memilih auto ISO.Cobalah putar posisi mode di A atau Av, lalu tentukan bahwa anda ingin memotret menggunakan aperture f/4 dan ISO 200. Lakukan metering pada sebuah subyek foto, lalu lihat nilai shutter yang dipilih kamera. Sekarang gantilah nilai aperture ke posisi f/8 lalu ulangi metering pada subyek yang sama, maka shutter speed akan be

Jumat, 18 April 2014

Membangun Studio Fotografi Sederhana

SEFASnet,...
Membangun sebuah studio fotografi mungkin bagi beberapa Sobat InFotografi akan terdengar rumit. Pertanyaan pertama kali yang terlintas adalah perlengkapan apa saja yang diperlukan? Nah artikel InFotografi kali ini akan mengulas perlengkapan studio apa saja sih yang benar-benar diperlukan dan keberadaannya sangat penting.

Sebuah reflektor adalah salah satu perangkat yang ternyata cukup efektif berperan sebagai sumber cahaya ketiga saat Sobat memotret menggunakan Dua sumber cahaya. Reflektor bisa digunakan untuk memantulkan cahaya yang ada ke arah subyek foto kita. Reflektor juga bisa menjadi perangkat yang sangat efektif ketika sobat memotret di luar ruangan menggunakan cahaya natural.
Reflektor yang beredar di pasaran memiliki banyak variasi bentuk dan ukuran, dan yang perlu diingat bahwa warna serta permukaan reflektor yang berbeda akan memberikan efek yang berbeda pula pada subyek. Hal yang sama berlaku pada pencahayaan di dalam studio, tinggi, angle serta jarak dimana reflektor di p

Penempatan Lighting Studio Sederhana

SEFASnet,..
Percaya atau tidak, Sobat tidak memerlukan segudang peralatan studio atau pencahayaan mahal dan canggih untuk memulai foto portrait didalam studio. Dua sumber cahaya lighting sudah lebih dari cukup. Artikel InFotografi kali ini akan terfokus pada Tiga pengaturan dasar yang kami rasa lebih dari cukup bagi Sobat yang ingin memulai fotografi Portrait di dalam studio. 
Sobat bisa menggunakan satu Main light di posisi yang dirasa tepat, dan kemudian posisikan sebuah reflektor sebagai sumber cahaya kedua, pengaturan lighting sederhana tersebut sudah bisa memulai langkah awal Sobat InFotografi dalam fotografi studio.
ketinggiani, angle, power dan jarak sumber cahaya akan memberikan dampak pada bentuk wajah subyek kalian. Yang perlu digaris bawahi adalah coba cermati bagaimana cahaya jatuh ke subyek kalian. Gunakan layar LCD untuk mereview foto - foto yang kalian ambil, terkadang merubah ke preview mode monochrome bisa membantu kalian untuk memfokuskan ke bentuk, tone serta bayangan yang jatuh ke area wajah sehingga Sobat bisa memvisualisasikan hasil akhi

Selasa, 01 April 2014

5 Setting Kamera Yang Harus Diperiksa Sebelum Mulai Memotret

SEFASnet,..
Pernah tidak mengalami kejadian seperti ini?
  • Anda pulang dari acara memotret dan baru menyadari bahwa tadi di sepanjang pemotretan anda menggunakan ISO 1200, padahal acaranya dilaksanakan di siang bolong saat ISO 200 saja cukup
  • Anda baru menyadari bahwa anda menggunakan settingan white balance untuk mendung, padahal dari awal acaranya dilakukan diruangan dengan penerangan lampu neon
Kesalahan mendasar seperti ini membuat kita harus bersusah payah melakukan koreksi pada foto, kalau satu dua sih tidak masalah, kalau ratusan foto?. Okelah, mungkin dengan bantuan software kita bisa melakukan koreksi dengan relatif cepat, tapi bukankah lebih enak kalau kesalahan seperti ini bisa dihindari sejak awal.
Secara mendasar, ada 5 setting di kamera digital anda yang harus selalu diperiksa sebelum jari memencet tombol shutter pertama kali dalam sebuah sesi pemotretan. Silahkan: